Dari RPL ke TNI: Kisah Perjuangan Muchamad Rizwan Nurhidayat yang Menginspirasi
Penulis Artikel : Anto Kriswandiyanto
Setiap siswa memiliki jalan hidupnya masing-masing. Ada yang melanjutkan kuliah, ada yang langsung bekerja, bahkan ada yang memilih jalan pengabdian kepada negara. Kisah inilah yang dibuktikan oleh salah satu alumni terbaik SMK Muhammadiyah 2 Kuningan, Muchamad Rizwan Nurhidayat, lulusan jurusan RPL (PPLG) tahun 2025.
Sejak duduk di bangku SMK, Rizwan dikenal sebagai sosok siswa yang aktif dan penuh semangat. Ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi seperti Tapak Suci dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Rizwan bahkan menjadi salah satu siswa yang paling bisa diandalkan. Ia kerap dipercaya menjadi pemimpin upacara, sebuah peran yang membutuhkan kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab tinggi.
Di bidang non-akademik, Rizwan juga menorehkan prestasi dalam berbagai turnamen pencak silat dan Tapak Suci. Sementara di bidang akademik, ia menunjukkan performa yang solid, termasuk saat menghadapi Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Saat itu, Rizwan berhasil mengembangkan sebuah aplikasi pengelolaan catatan (to-do list) berbasis website, dan meraih hasil yang memuaskan.
Seperti banyak lulusan SMK lainnya, Rizwan sempat berada di persimpangan jalan. Ia dihadapkan pada beberapa pilihan besar:
Seperti banyak lulusan SMK lainnya, Rizwan sempat berada di persimpangan jalan. Ia dihadapkan pada beberapa pilihan besar:
- Melanjutkan kuliah
- Mengikuti program magang ke Jepang
- Atau mendaftar ke TNI
Keputusan ini tentu tidak mudah. Namun, dengan bimbingan dari orang tua dan guru, serta pertimbangan matang, Rizwan akhirnya memilih jalan pengabdian: mendaftar menjadi prajurit TNI.
Perjalanan Rizwan tidak langsung mulus. Ia sempat mengikuti seleksi penerimaan Bintara TNI AD, namun harus menerima kenyataan gugur di tahap parade daerah.
Perjalanan Rizwan tidak langsung mulus. Ia sempat mengikuti seleksi penerimaan Bintara TNI AD, namun harus menerima kenyataan gugur di tahap parade daerah.
Banyak orang mungkin akan menyerah di titik ini. Tapi tidak dengan Rizwan.
Ia memilih untuk bangkit. Dengan tekad yang lebih kuat, ia mengambil jalur lain dengan mendaftar sebagai Tamtama TNI AD. Hasilnya?
Ia berhasil lolos seleksi daerah dan melaju ke tingkat pusat.
Ia berhasil lolos seleksi daerah dan melaju ke tingkat pusat.
Seleksi pusat dikenal sangat ketat dan kompetitif. Namun berkat kerja keras, disiplin, dan doa, Rizwan akhirnya dinyatakan lulus sebagai Prajurit Dua (Prada) TNI AD.
Menariknya, latar belakang Rizwan dari jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) ternyata sangat relevan. Ia mendapatkan penempatan di Corps Komunikasi dan Elektronika (Komlek).
Menariknya, latar belakang Rizwan dari jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) ternyata sangat relevan. Ia mendapatkan penempatan di Corps Komunikasi dan Elektronika (Komlek).
Ini menjadi bukti nyata bahwa:
Jurusan RPL tidak hanya membuka peluang di dunia IT, tetapi juga di dunia militer dan berbagai bidang lainnya.
Tanpa jeda cuti, Rizwan langsung menjalani pendidikan di Puskomlekad, dengan latihan yang keras dan penuh tantangan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Rizwan kembali harus melanjutkan tugas tanpa cuti. Ia langsung ditempatkan di wilayah timur Indonesia, tepatnya di:
Setelah menyelesaikan pendidikan, Rizwan kembali harus melanjutkan tugas tanpa cuti. Ia langsung ditempatkan di wilayah timur Indonesia, tepatnya di:
Maluku Utara (Kodam XV/Pattimura), Yonif TP 866 Satria Gamrange
Hingga saat ini, Rizwan bahkan belum sempat mengambil cuti, termasuk saat momen Lebaran. Namun bagi Rizwan, semua itu adalah bagian dari perjuangan dan pengorbanan.
“Itulah perjuangan dan pengorbanan, demi masa depan dan kebahagiaan orang tua.”
Kisah Rizwan memberikan pelajaran penting:
✅ SMK, khususnya jurusan RPL/PPLG, tidak membatasi masa depan siswa
✅ Keterampilan teknologi bisa menjadi nilai tambah di berbagai bidang, termasuk militer
✅ Kegagalan bukan akhir, tetapi bagian dari proses menuju keberhasilan
✅ Disiplin, doa, dan kerja keras adalah kunci utama
Kisah Rizwan adalah salah satu dari banyak bukti bahwa lulusan SMK Muhammadiyah 2 Kuningan mampu bersaing dan sukses di berbagai jalur baik dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun pengabdian kepada negara.
✅ Keterampilan teknologi bisa menjadi nilai tambah di berbagai bidang, termasuk militer
✅ Kegagalan bukan akhir, tetapi bagian dari proses menuju keberhasilan
✅ Disiplin, doa, dan kerja keras adalah kunci utama
Kisah Rizwan adalah salah satu dari banyak bukti bahwa lulusan SMK Muhammadiyah 2 Kuningan mampu bersaing dan sukses di berbagai jalur baik dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun pengabdian kepada negara.
Bagi calon siswa kelas 9 SMP dan orang tua:
Memilih jurusan RPL/PPLG bukan hanya belajar coding, tetapi juga membentuk karakter, logika berpikir, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Muchamad Rizwan Nurhidayat telah membuktikannya. Sekarang, giliran kamu menuliskan kisah suksesmu sendiri.
Berita Terbaru Lainnya...
Dari RPL ke TNI: Kisah Perjuangan Muchamad Rizwan Nurhidayat yang Menginspirasi
Setiap siswa memiliki jalan hidupnya masing-masing. Ada yang melanjutkan kuliah, ada yang langsung bekerja, bahkan ada yang memilih jalan pengabdian kepada negara. Kisah inilah yang dibuktikan ol...Baca Selengkapnya...
6 jam yang lalu
Siswa Farmasi SMK Muhammadiyah 2 Kuningan Belajar Racik Jamu Kekinian dalam Kegiatan Outing Class
Siswa-siswi dari Program Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas SMK Muhammadiyah 2 Kuningan mengikuti sebuah kegiatan pembelajaran menarik yang disebut Pharmacy Outing Class (POC). Kegiatan ini di...Baca Selengkapnya...
1 bulan yang lalu
Memperkuat Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri: Kolaborasi SMK Muhammadiyah 2 Kuningan dengan PT Wijaya Gyokai Indonesia dalam Menyiapkan Lulusan Siap Kerja
Dalam upaya menjawab tantangan kesiapan kerja lulusan vokasi, SMK Muhammadiyah 2 Kuningan menegaskan komitmennya melalui pelaksanaan proses rekrutmen bersama PT Wijaya Gyokai Indonesia pada hari...Baca Selengkapnya...
4 bulan yang lalu